Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2011

PEGAS MEKANIK

Pegas merupakan elemen yang banyak digunakan baik dalam permesinan, mekanik maupun kelistrikan. Pada berbagai konstruksi mesin, pegas harus mampu memberikan gaya, melunakkan tumbukan menyerap dan menyimpan energi agar dapat mengurangi getaran.  Kerja pegas disebabkan oleh bentuk khusus yang disesuaikan dengan pemilihan bahan serta ukuran yang sesuai dengan perencanaan. Pegas merupakan elemen yang elastis. Dimana pada waktu pembebanan pegas dapat terdeformasi dengan menyimpan energi, tetapi bila beban dilepaskan, pegas akan kembali pada kondisi sebelum terbebani. Jadi pada dasarnya pegas dibuat dengan tujuan untuk memberikan aksi reaksi terhadap beban yang terjadi pada suatu konstruksi.

Secara Umum, Pegas dapat berfungsi sebagai:

1.1  Penyimpan Energi

1.2  Pelunak Tumbukan atau Kejutan

1.3  Pemegang atau penjepit

1.4  Pendistribusian gaya

1.5  Elemen ayun

1.6  Pengukur

Pegas dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok:

1. Berdasarkan jenis beban  yang dapat diterima

  • Pegas Tekan
  • Pegas Tarik
  • Pegas Puntir
  1. Berdasarkan Bentuknya
  • Pegas Heliks
  • Pegas Volut
  • Pegas Daun
  • Pegas Piring
  • Pegas Cincin
  • Pegas batang puntir
  • Pegas Spiral
  • Pegas Pelat
  • Pegas Kawat

Disamping pegas logam yang tersebut diatas, terdapat juga  pencegah dan peredam getaran  seperti Pegas Karet dan Pegas Udara.

Untuk perhitungan pegas biasanya ditentukan oleh cara kerja beban yang diberikan. Oleh karena itu, berbagai cara pemegasan diatur perlakuannya  menurut cara kerja yang menonjol seperti, pegas tekan, pegas tarik dan pegas puntir.

Pada Konstruksi mesin, umumya pemakaian yang menonjol adalah jenis pegas heliks dari baja, karena pembuatan, pengukuran serta pemasangannya tergolong murah. Dan juga dapat dipakai untuk gaya penekan maupun gaya penarik.

Disamping itu juga sebagai dasar untuk pemilihan cara pemegasan, diperlukan sudut  pandang khusus sesuai dengan latar depan yang ada seperti, kebutuhan tempat, berat dan umurnya. Dalam hal lain kemampuan sifat elastis, besarnya pengaruh massa, tambahan gesekan dalam, perbandingan khusus antara gaya kerja dan pemegasan dan yang lainnnya juga diperlukan.

Pada dasarnya pemilihan pegas disesuaikan dengan operasi yang akan digunakan dan harus dibuat memenuhi kondisi yang ada.

Read Full Post »

Dikutip dari http://www.pii.or.id

Habibie : Indonesia harus Kuasai Dua Teknologi Utama

20110131104722bjPakar teknologi dirgantara yang juga mantan Presiden Prof BJ Habibie menegaskan, Indonesia harus menguasai dua teknologi utama yakni maritim dan dirgantara, apabila ingin menjadi bangsa yang besar.

Saat rapat dengar pendapat umum dengan Komisi I DPR di Jakarta, Senin, Habibie menuturkan bahwa gagasan itu berasal dari Presiden RI Soekarno yang saat itu menyatakan bahwa bangsa Indonesia harus menjadi bangsa besar dengan menguasai teknologi pembuatan kapal laut serta mampu menguasai, mengembangkan dan mandiri.

“Mandiri waktu itu belum dipakai, karena beliau (Soekarno) memakai kata berdiri, yaitu produk teknologi dirgantara,” ujar Habibie.

Selanjutnya Habibie mengatakan bahwa komitmennya membangun industri dirgantara di Indonesia, bukan karena dipanggil Presiden Soeharto atau ingin menjadi menteri.

“Sebenarnya Pak Harto pun hanya melanjutkan penuturan dan keinginan Presiden Soekarno itu,” ujarnya seraya menambahkan bahwa dirinya benar-benar ingin membangun dan mengembangkan industri pesawat di Indonesia, sementara posisi presiden yang pernah disandangnya itu tidak penting.

Dalam RDPU yang dipimpin Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq itu, Habibie mendefinisikan makna industri strategis sebagai industri yang bisa membangun bangsa dan industri itu bukan hanya dibangun dan dimanfaatkan untuk pertahanan saja.

Karenanya ia merasa prihatin ketika visi pembangunan teknologi yang dijalankan bangsa ini yang dicari bukanlah kemandirian, tapi yang dikejar hanya keuntungan sesaat. Menurut dia, kalau yang dicari hanya keuntungan sesaat saja, maka sama artinya dengan menjalankan “skenario VOC”.

“Industri strategis terhenti perkembangannya karena tidak didukung dengan bantuan anggaran pemerintah. Karena dicari keuntungan dalam US dolar, kalau begitu ya bikin saja dagang. bikin saja pabrik perwakilan mereka (asing),” ujarnya.

Terkait dengan hal itu, Habibie mengartikan globalisasi itu sebagai pakaian baru untuk kolonialisasi. “Saudara, saya orang tua, tapi saya tidak buta. Saya harus katakan kepada anda, anda harus bangkit,” ujarnya.

Hal lain yang juga memprihatinkannya adalah terbengkalainya Puspitek. Tempat itu, katanya, tidak lagi digunakan untuk laboratium uji teknik, tapi malah ada ide untuk dijadikan lapangan golf.

“Saya menantang, kalau berani dibuat lapangan golf, maka saya akan berdiri. Kita harus terus belajar. Kita tidak hanya belajar dari kebaikan tapi juga dari kesalahan, bagaimana agar tidak terjadi kesalahan lagi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Habibie menyatakan bersyukur diundang DPR sebagai nara sumber untuk memberikan masukan dalam penyusunan RUU usul inisiatif DPR tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Industri Strategis untuk Pertahanan.

“Saya malu kalau datang ke sini karena pernah memimpin bangsa Indonesia. Tapi kalau saya diundang ke sini, sebagai orang tua yang dikasihi oleh semua anak bangsa, maka saya bersyukur,” ujarnya. [sumber : antara.co.id]

Read Full Post »

http://wap.vivanews.com/news/read/221888-marzuki-alie-beber-penyebab-bobroknya-dpr

Read Full Post »

(Dikutip dari http://www.pasca.unhas.co.id)

Daftar_lulus S2_TM_UNHAS

Lampiran Surat Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin
Nomor : 3358/H4/O/2011
Tanggal : 20 Mei 2011

KUTIPAN DAFTAR NAMA CALON MAHASISWA PROGRAM MAGISTER (S2) YANG DINYATAKAN LULUS TAHUN AKADEMIK 2011/2012
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS HASANUDDIN (Teknik Mesin)
No. Ujian               Nama Calon Mahasiswa
B220111012       Ariyanto
B220211001      Hamka Munir
B220211002      Randis
B220211003      Muhamad Iqbal Achmad
B220211004       Zulkifli
B220211007      Edi Rande Padang   (Akademi Teknik Soroako)
B220211301       Semuel Tambing
B220111001       Amrullah
B220111002      Hasbi Assiddiq. S
B220111003      Firman Hamzah
B220111004      Harman   (Akademi Teknik Soroako)
B220111005      Novarini
B220111006      Arham Maulana Akbar
B220111007      Muhtar
B220111008      Markus Sampe Banne
B220111009      Marlon Hetharia
B220111010      Surianto Buyung
B220111301       Johanes Ohoiwutun
B220111501       Mahbub Arfah

B220111502       Sukur
B220111503       Paulus Pongkessu
B220111504       Henny Pasandang Nari
B220111505       Abdul Basir
B220111506       Syah Risal
B220111507       Mahadir Sirman

SELAMAT BRO..BUAT ANTEK YANG DINYATAKAN LULUS…………..SEMOGA DAPAT MENYELESAIKAN STUDI TEPAT WAKTU!…….

Read Full Post »

PENGELASAN

I. DEFINISI

Pengelasan (welding) adalah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam tambah (filler metal) dan menghasilkan sambungan yang kontinu.

II. SEJARAH PENGELASAN

Berdasarkan penemuan benda-benda sejarah, dapat diketahui bahwa teknik penyambungan logam telah diketahui sejak jaman prasejarah, misalnya pembrasingan logam paduan emas tembaga dan pematrian paduan timbal-timah. Menurut keterangan yang didapat telah diketahui dan dipraktikan dalam rentang waktu antara tahun 40000 sampai 30000 S.M. Sumber energi panas yang digunakan waktu itu diduga dihasilkan dari pembakaran kayu atau arang, tapi panas yang dihasilkan pembakaran dari bahan bakar itu sangat rendah, sehingga teknik penyambungan ini tidak dikembangkan lebih lanjut.

Setelah energi listrik dapat dipergunakan dengan mudah, teknologi pengelasan maju dengan pesat dan menjadi suatu teknik penyambungan yang mutakhir. Cara-cara dan teknik pengelasan yang sering digunakan pada masa itu adalah las busur, las resistansi, las termit, dan las gas, pada umumnya diciptakan pada akhir abad ke – 19.

Benardes menggunakan alat-alat las busur pada tahun 1885, dengan elektroda dibuat dari batang karbon atau grafit. Pada tahun 1892, Slavianoff adalah orang pertama yang menggunakan kawat logam elektroda yang turut mencair karena panas yang ditimbulkan oleh busur listrik yang terjadi. Kjellberg menemukan kualitas sambungan menjadi lebih baik bila kawat elektroda dibugkus dengan terak. Pada tahun 1886, Thomson menciptakan proses las resistansi listrik. Goldscmitt menemukan las termit dalam tahun 1895 dan pada tahun 1901 las oksi asetelin mulai digunakan oleh Fouche dan piccard. Pada tahun 1936 Wesserman menemukan cara pembrasingan yang mempunyai kekuatan tinggi.

Kemajuan-kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang dicapai sampai dengan tahun 1950, telah mulai mempercepat lagi kemajuan dalam bidang las. Pada masa ini telah ditemukan cara-cara baru dalam pengelasan antara lain las tekan dingin, las listrik terak, las busur dengan pelindung CO2, las gesek, las busur plasma dan masih banyak lagi.

 III. KLASIFIKASI PROSES PENGELASAN

Menurut AWS, proses penyambungan dengan pengelasan dibagi atas 3 bagian, yaitu:

1. Pengelasan mencair (Fusion welding)

2. Pengelasan tak mencair (solid state welding)

3. Brazing & Soldering

Masing-masing proses diatas dibagi lagi menjadi bagian-bagian lainnya menurut:

1. Sumber energi yang digunakan

2. Sumber panas

3. Beban mekanik

4. Pelindung kubangan logam cair.

sumber: Teknologi Dan Pengelasan Logam
Prof.Dr.Ir. Harsono W
Prof.Dr. Toshie Okumura

Read Full Post »

Bagi adik2 mahasiswa ATS tk 3yang ingin konsultasi T.A, silahkan mengirimkan di kolom komentar. Insya Allah semua pertanyaan akan dijawab.

Read Full Post »

BIODATAKU

CV_Harman

Read Full Post »

Pemerintah Jepang tidak ingin berlarut2 dalam kesedihan meratapi nasib yang dialami negaranya. Hanya dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan, mereka sudah melakukan persiapan untuk segera merekonstruksi fasilitas2 publik
yang hancur. Buktinya, atas kerjasama IJRF-FOUNDATION, telah disebarkan informasi ke seluruh indonesia lewat PJTKI maupuun bursa kerja elektronik, tentang kebutuhan tenaga sebagai “construction worker” di wilayah Jepang yang terimbas gempa dan tsunami dahsyat beberapa waktu lalu. Diperlukan persiapan paling tidak 6 bulan bagi calon TKI untuk mempelajari bahasa dan budaya Jepang sehingga diperkirakan akan berangkat (ke Jepang) pada Nopember mendatang. Gaji yang ditawarkan antara 8-10jt/bulan ditambah fasilitas mess dll. Wow.. nilai yang cukup sebanding dengan kondisi pekerjaannya. Tertarik?, silahkan kunjungi http://www.ijrf-foudation.org/construction_worker.html/ untuk info selanjutnya.

Read Full Post »

Untuk menentukan jumlah kebutuhan kawat las, berlaku rumus:

B = (v*bj)/DE

dimana,
B= berat yang dibutuhkan (kg)
v = volume defosit las
Bj= berat jenis bahan kawat las
DE=defosit efisiensi
……..

Read Full Post »

Jalur PSLB sudah dibuka mulai tgl 16 Mei 2011 sedangkan jalur SPMB baru dibuka pd tgl 06 Juni 2011. info hubungi 021-5249100 ext 3803 atau 0475-321588 ext 3803.

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.