Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2011

PEMANFAATAN ENERGI DAN

MASA DEPAN NUSANTARA

 

 

Oleh : Sri Hardjoko Wirjomartono[1]

 

 

1.       PENDAHULUAN

 

Energi merupakan salah satu elemen peradaban[2] manusia. Peradaban Romawi yang jaya pada masanya didukung oleh energi manusia berupa budak yang mendukung kemakmuran dan kekuatannya.Pada peradaban Renaissance kayu merupakan sumber energi dan oleh karenanya hutan di Eropa hampir habis untuk memenuhi kebutuhan energi kelompok bangsa di Eropa pada periode masa itu.

Revolusi industri yang terjadi di Eropa dimulai dengan pemakaian energi dengan sumber energi fosil yang tak terbarukan, dimulai dari batubara berlanjut ke minyak bumi, dan gas alam dan terjadilah industrialisasi yang dianggap sukses sampai saat ini.

Setiap peradaban memiliki ciri budaya[3] tersendiri. Peradaban Romawi dicirikan dengan perbudakan, sedangkan abad pertengahan Eropa ditengarai dengan pertanian yang disertai pada akhirnya dengan kolonisasi. Industrialisasi memperkuat kolonisasi karena disertai keunggulan teknologi yang mereka miliki.

Industrialisasi yang membawa paradigma baru budaya manusia, membawa berkah positif yaitu berkembangnya jumlah manusia disertai kenaikan umur rata-rata yang mendekati dua kali umur rata-rata manusia pada periode peradaban sebelumnya. Namun Industrialisasi ini juga membawa petaka yang berupa rusaknya ekologi dunia yang kita huni bersama. Pemakaian material dunia yang melewati batas kemampuan dunia dalam menyediakan material ini, khususnya bahan energi fosil, membawa rusaknya ekosistem dunia, yang apa bila tidak segera ditangani dengan sungguh-sungguh dengan tindakan nyata yang bersinergi dan penuh kedisiplinan akan meniadakan segala-galanya, termasuk berkah positif disebutkan dimuka.

Setelah habis atau menipisnya ketersediaan kayu hutan di Eropa, maka dimulailah pemakaian batu bara sebagai sumber energi penggantinya. Seiring dengan teknologi yang ada pengambilan atau penambangan batu-bara terjadi dalam jumlah terbatas dan semakin sulit untuk menambangnya. Manusia selalu berusaha untuk memperbaiki hidupnya, untuk maksud itu dikembangkanlah teknologi penambangan batu-bara seperti pemakaian pompa air, dan penggeraknya, mesin uap. Semenjak itu perkembangan teknologi semakin pesat karena daya geraknya dilaksanakan dengan pemanfaatan batu-bara, disusul dengan minyak bumi dan gas bumi. Meskipun peradaban terakhir ini, industrialisasi yang dimulai dengan revolusi industri di atas, tidak disertai kolonisasi secara phisik namun kolonisasi yang identik dengan penjajahan ini masih terus berlangsung dengan baju berbeda, yaitu berupa penjajahan ekonomi. Sebagai akibatnya negara-negara bekas jajahan (phisik) hanya mampu menyediakan bahan mentah karena ketidakmampuan/keterbatasan teknologi untuk mengolah bahan mentah tersebut menjadi material (produk) siap pakai atau bernilai tambah untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia.

 

2.       BUDAYA DAN KONSUMERISME

 

Budaya menyangkut beberapa elemen kehidupan baik secara individual maupun secara kelompok. Nilai-nilai, kepercayaan, adat istiadat atau tradisi, simbol-simbol, norma aturan (kelompok), dan kelembagaan secara bersama membentuk budaya yang berbeda, baik besar (significant) maupun kecil. Karena banyaknya elemen yang berinteraksi dan membentuk budaya suatu kelompok masyarakat, suku-bangsa, maka sulit untuk menarik kesimpulan atau pengenalan terhadap budaya masing-masing kelompok. Budaya juga berubah dan/atau berkembang mengikuti proses sosial yang terbentuk (oleh manusia) yang terlihat seakan-akan alamiah.

Konsumerisme, mengikuti definisi seorang ekonom kerajaan Inggris, adalah suatu orientasi budaya dimana “kepemilikan dan pemakaian berbagai produk dan pelayanan yang terus meningkat” yang merupakan aspirasi perilaku untuk mencapai kebahagiaan, status sosial, dan kesuksesan secara nasional (status simbol kesuksesan). Dengan demikian konsumerisme merasuk ke dalam budaya masyarakat yang kadang-kadang dianggap sebagai kenyataan hidup sehari-hari. Oleh karena itu konsumerisme menjadi elemen budaya – bahasa dan simbol, norma dan tradisi, nilai-nilai dan institusi, pergaulan masyarakat seluruh dunia, dan mentranformasikan konsumerisme ke seluruh dunia. Televisi, telepon genggam, komputer dan sarana-sarana serupa sungguh menjadi pendorong konsumerisme secara mendunia dimana berbagai merek, slogan, simbol membrondong ke benak masyarakat dan membuat beratus-ratus bahkan beribu-ribu produk secara tidak sadar merasuk ke budaya masyarakat.

Kesejahteraan hidup sejatinya ditentukan keadaan yang saling berkaitan, yaitu kehidupan yang bermakna, kehidupan ekonomis yang terjamin, dan kesehatan. Pada umumnya apabila kehidupan ekonomis meninggi lagi tidak menjamin kenaikan kebahagiaan secara proporsional. Suatu barang atau pelayanan yang semula merupakan kemewahan menjadi kebutuhan hidup biasa. Dengan demikian budaya konsumerisme terbentuk, yang mula-mula pada orang perorang menjadi kelompok orang, dan kemudian menjadi budaya bangsa.

Konsumerisme yang berlebihan tidak menjamin kesejahteraan, efek samping yang merugikan dengan mudah terbentuk seperti tekanan kerja (work stress) yang membawa ke arah turunnya kesehatan dan resiko kematian. Pada saat ini kematian di dunia sekitar setengahnya karena penyakit berikut : kanker, serangan jantung dan sakit paru-paru, diabet, dan kecelakaan mobil/motor. Selain itu karena semua produk atau hasil industri yang kita konsumsi memerlukan material yang harus di ekstrasi dan/atau diambil dari bumi, maka efek konsumerisme yang berlebihan akan melampaui apa yang dapat disediakan oleh bumi. Contoh yang nyata adalah akan habisnya bahan bakar fosil, berkurangnya ketersediaan tanah (subur) pertanian baik secara luasan ataupun kesuburannya, berkurangnya berbagai jenis ikan laut akibat pengambilan yang berlebihan (over fishing), berkurangnya air baku untuk kehidupan yang semakin berkurang karena pencemaran maupun perubahan cuaca dan ditambah pertumbuhan penduduk dunia (over population). Budaya pemakaian bahan bakar fosil telah mengarah ke konsumsi berlebihan, sehingga mengemisi CO2 berlebihan. Akibatnya adalah terjadinya pemanasan global. Perubahan cuaca disebabkan oleh pemanasan global (global warming) yang meningkat lebih cepat dari seharusnya karena perbuatan manusia.

Untuk melihat masa depan manusia dilihat kemampuan dunia dalam menyediakan material kita lihat kondisi ketersediaan, pemakaian, atau kemampuan lainnya untuk tahun 1950 – 1998 dan prediksi pada periode sesudahnya seperti :

(…Selengkapnya Silahkan didownload)


[1]Prof. (Pen.) Dr. Ir. IPU Mantan Guru Besar FTI-ITB

[2] Peradaban = civilization

[3]Budaya = culture

Iklan

Read Full Post »

PENGEMBANGAN MOTOR HIBRIDA

SEBAGAI ALTERNATIF PENGHEMATAN  BBM NASIONAL

 

Ir.Tutuka Wirjoatmodjo, METM *)

ABSTRAK / ABSTRACK

 

Energi  bahan bakar minyak (BBM) , Fosil Fuel yang sering kita pakai sehari-hari saat ini semakin lama semakin berkurang atau  menipis. Karena banyaknya pemakaian yang tidak terkontrol sehingga menimbulkan kelangkaan atau bahkan habis sama sekali dan ditengarai peningkatan penggunaan konsumsi energy ini  sebagai pemicu pemanasan global dunia. Salah satu pengguna energy BBM utama adalah segment transportasi masyarakat. Perkembangan ekonomi dan industri, mobilitas masyarakat  Indonesia makin tinggi, dan karenanya  ada peningkatan unit kendaraan pribadi. Peningkatan kendaraan pribadi mendorong peningkatan konsumsi BBM, dan tentunya akan meningkatkan sumber pemanasan global.

Untuk mengatasi penggunaan BBM untuk kendaraan pribadi, perlu perangkat penghemat bahan bakar dan atau penyediaan kendaraan berpenggerak bukan basis BBM. Harga kendaraan berpenggerak bukan basis BBM berlipat dibanding kendaraan basis BBM. Selain faktor harga, pengissian kembali bahan penggerak sangat lama dan langka. Pertimbangan lain adalah, kemampuan masyarakat untuk membeli lagi kendaraan baru berbasis bukan BBM, mengingat mereka telah memiliki kendaraan serupa berbasis BBM. Untuk itu perlu disiapkan unit retrofit tambahan untuk unit kendaraan yang telah dimiliki masyarakat, dan unit retrofit ini dapat mengakomodir pengehematan BBM, sekaligus alternative penggerak bukan basis BBM.

Dengan solusi retrofit tambahan pengehemat BBM dan alternative penggerak bukan BBM, maka akan dapat dicapai pengendalian penggunaan BBM. Selanjutnya proyek ini dapat menjadikan Indonesia berperan aktif menjaga stabilitas ekosistem di bumi. Indonesia dapat mengusung proyek ini dalam keikutsertaan dan kepeduliannya dalam lingkungan global yang dalam bentuk nyata telah dilakukan dengan pendekatan kepada seluruh negara untuk ikut serta dalam menangani dan mencapai solusi dalam isu global ini.

Beberapa  keuntungan lain dalam pengembangan proyek ini meliputi :

  • Mengembangkan Wahana Pengembangan Kewirausahaan.
  • Mengembangkan Konsep Koperasi Pada PemudaIndonesia
  • Mewujudkan Pelaksanaan Penyebaran Kesejahteraan Yang Lebih Adil Dan Merata
  • Membuka Peluang Kesempatan Lapangan Kerja Baru Berbasis Waralaba
  • Membentuk Masyarakat Yang Mandiri Siap Bekerja Dan Menciptakan Peluang Kerja.

 

LATAR BELAKANG

Lingkungan hidup menjadi isu global yang mendunia dan hal ini dikarenakan adanyaisu pemanasan global telah mencuat kepermukaan dengan adanya data-data ilmiah yang menunjukan efek pemanasan ini akan menyebabkan ketidak seimbangan terhadap ekosistem diseluruh permukaan dunia. hal itu disebabkan adanya peningkatan dan konsumsi ‘fossil fuel’ sebagai bagian perkembangan teknologi industri yang menciptakan pencapaian kepuasaan dengan efisiensi tetapi tanpa meninjau lebih terhadap efek yang diberikan terhadap lingkungan.

Energi Fosil fuel yang sering kita pakai sehari-hari saat ini semakin lama semakin berkurang atau  menipis. Karena banyaknya pemakaian yang tidak terkontrol sehingga menimbulkan kelangkaan atau bahkan habis sama sekali dan ditengarai peningkatan penggunaan konsumsi energy ini  sebagai pemicu pemanasan global dunia.

Sebagai negara yang mempunyai potensi alam yang luas, terbentang dari barat hingga timur gugusan kepulauan Indonesia. Menjadikan Indonesia sebagai salah satu bentangan kekuatan alam yang dapat menjaga stabilitas ekosistem di bumi. Tuntutan dunia internasional yang menginginkan agar isu pemanasan global ini dijadikan salah satu agenda utama dalam “pergaulan” internasional. Indonesia kemudian  menggunakan isu ini untuk menunjukan keikutsertaan dan kepeduliannya dalam lingkungan global yang dalam bentuk nyata telah dilakukan dengan pendekatan kepada seluruh negara untuk ikut serta dalam menangani dan mencapai solusi dalam isu global ini.

BENTUK WAHANA

PRODUK

Produk yang akan diluncurkan adalah add-on accessories (modul tambahan) hybrid electric pada unit sepeda motor konvensional yang dipasarkan saat ini dan yang telah ada masyarakat .  Dengan  add-on accessories  hybrid electric ini maka pemilik sepeda motor konvensional tidak perlu mengganti seluruh sepeda motor yang dimiliki dengan sepeda motor electric add-on accessories  hybrid electric maka sepeda motor konvensional tersebut sudah menjadi sepeda motor hybrid berbasis konvensional dan electric.

Selanjutnya sepeda motor hybrid tersebut akan membantu beberapa kendala ekologi dan ekonomi dewasa ini. Dengan sepeda motor hybrid ini maka masyarakat akan mendapat keuntungan ekologi dan ekonomi sebagai berikut :

  1. Mengurangi penggunaan BBM fosil
  2. Mengurangi polusi udara dan suara , sehingga dicapai penggunaan teknologi yang ramah lingkungan ( Green Technology)
  3. Menghemat biaya transportasi individual dan belanja Negara
  4. Berperan dalam mengurangi pemicu pemanasan global  ( Global Warming) yang menjadi isu lingkungan di dunia saat ini.

Pendekatan produk add-on accessories  hybrid electric  sepeda motor ini akan lebih mudah diterima oleh masyarakat karena teknologi hybrid ini dapat mengatasi kendala utama pengunaan sepeda motor listrik murni :

  1. Mengatasi ketidak tersediaan pasokan listrik, – jika daya battery habis, maka pengguna tetap dapat meneruskan perjalanan  dengan penggerak konvensinal berbasis BBM.
  2. Keengganan membeli sepeda motor listrik karena berarti mengalihkan investasi sepeda motor konvensional yang telah dimiliki

Selain dapat mengatasi kendala diatas, add-on accessories  hybrid electric ini akan menarik bagi pengguna karena add-on accessories  hybrid electric dapat dialihkan dari satu unit sepeda motor konvensional yang satu ke yang lainnya. Dengan kata lain jika pemilik akan menjual sepeda motor yang dimiliki, maka add-on accessories  hybrid electric dapat dilepas dan dengan  demikian sepeda motor tersebut menjadi sepeda motor konvensional kembali. Selanjutanya jika telah memiliki sepeda motor konvensional baru maka add-on accessories  hybrid electric dapat dicangkok kan pada unit tersebut sehingga sepeda motor yang dimiliki menjadi sepeda motor hybrid siap pakai kembali.

 

 

Produk utama terdiri dari 2 jenis produk yang saling terkait.

  1. Perangkat bergerak utama  berupa veleg (wheel rim)  terintegrasi  dengan motor listrik kinerja tinggi (dinamo)

Bentuk produk ini serupa dengan veleg motor pada umum nya baik yang berbasis jeruji maupun yang berbasis logam tuang (metal alloy), yang membedakan pada bagian lingkar tengah veleg tersebut dipasangkan motor listrik kinerja tinggi. Veleg dan motor listrik tersebut diset menjadi satu kesatuan utuh.

Jika diurai maka perangkat gerak utama ini terdiri dari :

  • Velg khusus – yang dapat dipasangkan menyatu dengan motor listrik
  • Motor listrik kinerja tinggi kedap air
  1. Perangkat statis  berupa modul pengendali (controler)

Modul pengendali (controller) ini mengatur pasokan daya listrik dari battery ke motor listrik kinerja tinggi. Pengaturan pasokan daya ini disesuaikan dengan tenaga dan atau kecepatan yang diinginkan pengguna.

Jika diurai maka modul ini terdiri dari :

  • Modul pengendali utama
  • Perangkat masukan pengatur kecepatan (handel kecepatan / gas)

Produk pendukung ada 2 jenis

Add-on accessories  hybrid electric  ini memiliki produk pendukung yang berupa penyimpan daya listrik. Pendukung penyimpan daya listrik ini menentukan jarak jelajah dan lama daya jelajah modul hybrid.

  1. Batery penyimpan daya listrik

Batery ini dapat beruapa kering atau basah yang berkemampuan simpan tinggi, sehingga effisien dalam rasio ruang dan daya simpan listrik, mengingat ruang di sepeda motor sangat terbatas. Selain ruang perlu diperhitungkan juga bobot / berat battery.

  1.  Charger / modul pengisi ulang daya listrik

Charger merupakan modul pengendali proses pengisian ulang daya listrik. Pada modul ini terdapat processor pengendali arus dan tegangan listrik yang disalurkan kedalam battery. Charger ini juga akan memonitor tingkat daya yang tersimpan di battery untuk ditampilkan pada pengguna dan juga untuk mengatur kapan pasokan listrik pengisi diputuskan agar battery tidak kelebihan isi (overload)

INI DIA PROTOTYPE NYA

Read Full Post »

Konvensi Nasional persatuan Insinyur Indonesia-Badan kejuruan Mesin VIII yang berlangsung pada tgl 26-27 Oktober 2011di Jakarta ini dirangkai dengan Seminar nasional bertajuk “MENUJU INDUSTRI BERTEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN, INOVATIF DAN BERDAYA SAING”. dihadiri oleh sekitar 200-an insinyur-insinyur mesin senior dan junior dari seluruh Indonesia yang merupakan utusan-utusan dari Perusahaan maupun Akademisi. Saya sendiri mencoba hadir sebagai peserta atas biaya sendiri dari Makassar dan mendaftar sebagai utusan dari Akademi Teknik Soroako (ATS) yang sedang menempuh pendidikan S2 Teknik Mesin di UNHAS. Menurut Saya  kegiatan seperti ini sangat penting baik untuk diri sendiri, institusi maupun masyarakat luas pada umumnya. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya peroleh dari Konvensi tersebut, diantaranya melihat dan berdiskusi langsung dengan para Jagoan2 Teknik mesin dari beberapa Universitas seperti Prof. Sri Hardjoko dari ITB yang menyampakan tentang “Pemanfaatan Energi dan Masa depan Nusantara”, dan lainnya yang kesemuanya berbicara tentang Masa depan Energi. Mungkin bagi kita terutama yang berkecimpung di Indonesia bagian Timur tidak mengenal siapa Prof. Sri, Ir. Imam Taufik, Dr.Ir Giri Suseo, Dr. Budhi, Ir. Bambang Purwohadi dll.. saya mencoba menelusuri Biodata beliau lewat internet dan wow..ternyata orang2 yang saya sebutkan diatas merupakan jagoan2 teknik mesin yang memang insinyur keluaran ITB dan kiprahnya di dunia industri, dunia pendidikan sangat besar (coba saja telusuri di internet).  Mudah-mudahan jika diberi umur panjang dan diberi Rezeki Oleh Allah SWT,  3 tahun kedepan pada saat Konvensi IX saya akan hadir lagi disana untuk tujuan yang lebih besar lagi…Insya Allah

Sekedar diketahui bahwa Pada Konvensi ini dirangkaikan dengan pemilihan Ketua Umum BKM-PII untuk periode 2011-2014.  Satu hal yang menarik bagi Saya pada saat pemilihan berlangsung yaitu, awalnya pada saat pengajuan calon kandidat terjadi blok-blok dan perdebatan yang alot dari peserta Saya juga Hadir disitu tetapi ternyata Saya tidak memiki hak suara (Belum terdaftar sebagai anggota PII) sehingga hanya sebagai pemantau bersama beberapa kawan yang juga baru saya kenal disana. Walaupun terjadi perdebatan tetap setelah dilakukan pemilihan dan perhitungan suara, tidak ada lagi yang berkomentar dan semua peserta menyetujui hasil tersebut..tidak ada interupsi,tidak ada aksi walkout, tidak ada banting kursi, (Seperti yang dipertontonkan orang2 di Media) yang kalah mengaku kalah dan mendatangi satu persatu pendukung maupun bukan pendukung mengucapkan terima kasih dan yang menang merangkul yang kalah itulah pelajaran demoktasi yang  Saya rasakan. Jadi Berdasarkan hasil Perolehan Suara, ditetapkan

Ketua Umum BKM-PII Periode 2011-2014:  Dr. Ir. Budhi M. Suyitno,IPM

Wakil Ketua :  Ir. Bambang Purwohadi,MSi,MT

 

Rangkuman-Rangkuman

Sambutan Ketua Umum PII Dr. Ir. M. Said Didu

Tema yang diusung pada konvensi ini menganding 3 kalimat kunci yaitu,

  1. Teknologi apa yang digunakan
  2. Teknlogi pembangkit
  3. Teknologi apa yang kita inginkan

Teknologi yang ramah lingkungan dan inovatif sesungguhnya adalah 2 dari 3 parameter untuk meningkatkan daya saing. Daya saing yang dimaksud adalah daya saing dengan standard global adalah fakta bahwa untuk berkompetisi dalam pasar global kita membutuhkan kompetensi standar kwalifikasi. Industri merupakan tonggak pembangunan bangsa  sehingga diharapkan pada konvensi ini akan melahirkan pemikiran-pemikiran ilmiah yang berguna bagi para stakeholder yaitu Pemerintah, Dunia usaha, kemajuan ilmu pengetahuan yang tentunya sangat berguna bagi keberadaan dunia pendidikan di Indonesia…………..

Usulan Dr.Ir.Giri Suseno Hadihardjon,MSEME

  1. Insinyur Mesin Indonesia di dalam pengabdiannya kepada Bangsa dan Negara hendaknya tidak “melulu” terpaku pada pengabdian kepada Pemerintah yang sedang menjalankan pemerintah pada saat ini. Perlu kita bersama sadari bahwa Pemerintah yang sedang berjalan mempunyai kurun waktu terbatas. Apabila semuanya berjalan baik, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku paling lama hanya 10 tahun. Tahun selanjutnya akan mengalami perubahan sesuai dengan hasil Pemilu. Kalaupun pemenang pemilu tetap dari partai yang sama, dengan bergantinya pemerintahan tentu akan ada perubahan-perubahan yang kemungkinan sangat mendasar. Pada sisi lain Insinyur Mesin Indonesia dalam pengabdian dan bekerja tidak dibatasi oleh kurun waktu seperti pemerintahan itu. Oleh karena itu prinsip-prinsip yang diikuti dan dipegang para Insinyur Mesin Indonesia dalam “ilmu permesinan”-nya tidak boleh bergantung pada “kebijakan” pemerintahan yang banyak ditentukan oleh kepentingan “partai” atau “kelompok” kecil saja. Insinyur Mesin Indonesia harus berpegang pada prinsip yang lebih besar yaitu untuk kepentingan Bangsa dan Negara. Goes beyond the existing Government.
  2. Dalam menerapkan ilmu permesinan, Insinyur Mesin Indonesia menguasai ilmunya dengan baik. Pengetahuannya dalam ilmu permesinan tidak perlu diragukan. Sebagai contoh, berbagai materi yang akan dipresentasikan dan dibahas dalam Konvensi ini, memperlihatkan pemikiran serta prestasi para Insinyur Mesin Indonesia yang hebat, baik yang berjangkauan jauh ke depan untuk kemaslahatan Bangsa dan Negara, seperti yang akan disampaikan oleh Prof.Dr.Sri Hardjoko Wiryomartono,IPU, maupun yang berjangkauan ke depan tetapi dalam topic yang sangat spesifik dan lingkup terbatas seperti yang akan disampaikan oleh Ir.John Budi Harjanto L. Sebagai insinyur mesin, kita cenderung melihat permasalahan yang kita hadapi secara rasional dan straight forward, sehingga penyelesaian yang kita lakukan memberi dampak langsung kepada penyelesaian permasalahan itu. Pendekatan penyelesaian permasalahan semacam ini benar tetapi ada kemungkinan menimbulkan persoalan di tempat yang lain dan juga pada jangka panjang. Sebagai contoh, pengembangan energi alternativ untuk keperluan otomotiv menjamin bahwa kelangsungan penggunaan otomotive untuk mengatasi kebutuhan transportasi kita akan dapat tetap dilakukan bahkan dikembangkan. Tetapi bila pandangan ini yang kita anut dapat muncul permasalahan lain, pertama, kepadatan lalu lintas akan makin tinggi yang mengakibatkan kemacetan akan terjadi. Ini mendorong untuk membangun jaringan jalan baru, yang pada gilirannya akan menimbulkan dampak berupa konversi lahan karena tumbuhnya kegiatan di sepanjang jaringan jalan itu. Bahaya yang dapat timbul adalah terpakainya lahan tempat produksi pangan sehingga mengakibatkan menurunnya kemampuan menghasilkan pangan. Bila ini terjadi maka peroalan baru timbul yaitu kekurangan pangan. Teman-teman para insinyur mesin dapat menjawab melalui intensifikasi produksi pangan dengan mekanisasi, pompanisasi untuk mendapatkan air dari dalam tanah, serta penggunaan pupuk serta pestisida kimia. Bila ini dilakukan dapat timbul persoalan baru yaitu menurunnya muka air tanah yang dapat mengakibatkan kerusakan lahan yang parah, disamping rusaknya lingkungan karena penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Permasalahan kedua, masih terkait dengan penyediaan pangan. Lahan-lahan yang digunakan untuk menghasilkan bahan baku untuk energi alternativ (seperti untuk bio diesel, etanol,dsb) tentu juga akan mengurangi lahan pertanian untuk pangan. Disamping itu produk pertanian yang digunakan untuk energi alternativ adalah juga potensial sebagai sumber pangan sehingga akan terjadi tumbukan kepentingan antara energi dan pangan. Dan masih ada persoalan-persoalan lain yang juga dapat timbul dari kebijakan itu.Contoh yang saya kemukakan diatas tidak dimaksudkan untuk menghentikan berbagai temuan dan pengembangan teknologi baru untuk mengatasi kebutuhan kita, tetapi dimaksudkan sebagai ajakan agar para Insinyur Mesin Indonesia tidak hanya asyik dengan keinsinyuran mesin saja tanpa mempertimbangkan berbagai hal yang dapat timbul di luar keinsinyuran mesin yang dapat membuat hidup Bangsa dan Negara menjadi sulit di kemudian hari. Jangan sampai timbul sikap bahwa dampak itu bukan urusan Insinyur Mesin Indonesia karena menjadi tanggung jawab pihak lain. Akibat negativ karena keputusan Insinyur Mesin Indonesia tetap menjadi tanggung jawab Insinyur Mesin Indonesia juga.
  3. Dalam kaitan dengan kebijakan publik, contoh-contoh pada butir 2. diatas sangat relevan. Agenda L (Kebijakan Publik) akan membicarakan MP3EI. Saya ingin mengajak para Insinyur Mesin Indonesia tidak terpaku hanya pada unsur E (Ekonomi) dalam program MP3EI itu. Bangsa ini membutuhkan juga penanganan yang benar dan baik dalam Politik, Sosial-Budaya, Pertahan dan Keamanan pada jangka pendek maupun jangka panjang. Masih banyak saudara-saudara kita yang hidup terisolir, terpencil di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh pembangunan (termasuk jaringan transportasi yang sangat menentukan kemampuan untuk berkembang), tetapi karena kita terpaku pada sisi E (Ekonomi) saja maka saudara-saudara kita itu tadi tidak mendapat perhatian. Peningkatan produksi pertambangan melalui peningkatan dan modernisasi mekanisasi akan mempercepat pengurasan sumber daya alam kita untuk kemudian dijual ke luar negeri sekedar mengejar aspek ekonomi jangka pendek dengan mengabaikan kepentingan Bangsa dan Negara pada saat nanti kita mengalami kelangkaan BBM karena sumur minyak kita kering sedangkan energi alternativ tidak dapat memenuhi kebutuhan nasional yang skalanya sangat besar. Tantangan yang ingin saya sampaikan kepada Insinyur Mesin Indonesia adalah: “Apa yang dapat Anda lakukan untuk membangun dengan benar dan baik Bangsa dan Negara ini secra utuh? Maukah Anda membangun mereka ini?” Bila suatu hari nanti Allah SWT bertanya kepada Anda apakah Anda sudah mengamalkan ilmu yang diberikan Allah SWT, jawaban apa yang dapat Anda berikan?  
Keynote Speech: Ir. Imam Taufik   (Bersambung…)

Read Full Post »