Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November 14th, 2011

Konvensi Nasional persatuan Insinyur Indonesia-Badan kejuruan Mesin VIII yang berlangsung pada tgl 26-27 Oktober 2011di Jakarta ini dirangkai dengan Seminar nasional bertajuk “MENUJU INDUSTRI BERTEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN, INOVATIF DAN BERDAYA SAING”. dihadiri oleh sekitar 200-an insinyur-insinyur mesin senior dan junior dari seluruh Indonesia yang merupakan utusan-utusan dari Perusahaan maupun Akademisi. Saya sendiri mencoba hadir sebagai peserta atas biaya sendiri dari Makassar dan mendaftar sebagai utusan dari Akademi Teknik Soroako (ATS) yang sedang menempuh pendidikan S2 Teknik Mesin di UNHAS. Menurut Saya  kegiatan seperti ini sangat penting baik untuk diri sendiri, institusi maupun masyarakat luas pada umumnya. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya peroleh dari Konvensi tersebut, diantaranya melihat dan berdiskusi langsung dengan para Jagoan2 Teknik mesin dari beberapa Universitas seperti Prof. Sri Hardjoko dari ITB yang menyampakan tentang “Pemanfaatan Energi dan Masa depan Nusantara”, dan lainnya yang kesemuanya berbicara tentang Masa depan Energi. Mungkin bagi kita terutama yang berkecimpung di Indonesia bagian Timur tidak mengenal siapa Prof. Sri, Ir. Imam Taufik, Dr.Ir Giri Suseo, Dr. Budhi, Ir. Bambang Purwohadi dll.. saya mencoba menelusuri Biodata beliau lewat internet dan wow..ternyata orang2 yang saya sebutkan diatas merupakan jagoan2 teknik mesin yang memang insinyur keluaran ITB dan kiprahnya di dunia industri, dunia pendidikan sangat besar (coba saja telusuri di internet).  Mudah-mudahan jika diberi umur panjang dan diberi Rezeki Oleh Allah SWT,  3 tahun kedepan pada saat Konvensi IX saya akan hadir lagi disana untuk tujuan yang lebih besar lagi…Insya Allah

Sekedar diketahui bahwa Pada Konvensi ini dirangkaikan dengan pemilihan Ketua Umum BKM-PII untuk periode 2011-2014.  Satu hal yang menarik bagi Saya pada saat pemilihan berlangsung yaitu, awalnya pada saat pengajuan calon kandidat terjadi blok-blok dan perdebatan yang alot dari peserta Saya juga Hadir disitu tetapi ternyata Saya tidak memiki hak suara (Belum terdaftar sebagai anggota PII) sehingga hanya sebagai pemantau bersama beberapa kawan yang juga baru saya kenal disana. Walaupun terjadi perdebatan tetap setelah dilakukan pemilihan dan perhitungan suara, tidak ada lagi yang berkomentar dan semua peserta menyetujui hasil tersebut..tidak ada interupsi,tidak ada aksi walkout, tidak ada banting kursi, (Seperti yang dipertontonkan orang2 di Media) yang kalah mengaku kalah dan mendatangi satu persatu pendukung maupun bukan pendukung mengucapkan terima kasih dan yang menang merangkul yang kalah itulah pelajaran demoktasi yang  Saya rasakan. Jadi Berdasarkan hasil Perolehan Suara, ditetapkan

Ketua Umum BKM-PII Periode 2011-2014:  Dr. Ir. Budhi M. Suyitno,IPM

Wakil Ketua :  Ir. Bambang Purwohadi,MSi,MT

 

Rangkuman-Rangkuman

Sambutan Ketua Umum PII Dr. Ir. M. Said Didu

Tema yang diusung pada konvensi ini menganding 3 kalimat kunci yaitu,

  1. Teknologi apa yang digunakan
  2. Teknlogi pembangkit
  3. Teknologi apa yang kita inginkan

Teknologi yang ramah lingkungan dan inovatif sesungguhnya adalah 2 dari 3 parameter untuk meningkatkan daya saing. Daya saing yang dimaksud adalah daya saing dengan standard global adalah fakta bahwa untuk berkompetisi dalam pasar global kita membutuhkan kompetensi standar kwalifikasi. Industri merupakan tonggak pembangunan bangsa  sehingga diharapkan pada konvensi ini akan melahirkan pemikiran-pemikiran ilmiah yang berguna bagi para stakeholder yaitu Pemerintah, Dunia usaha, kemajuan ilmu pengetahuan yang tentunya sangat berguna bagi keberadaan dunia pendidikan di Indonesia…………..

Usulan Dr.Ir.Giri Suseno Hadihardjon,MSEME

  1. Insinyur Mesin Indonesia di dalam pengabdiannya kepada Bangsa dan Negara hendaknya tidak “melulu” terpaku pada pengabdian kepada Pemerintah yang sedang menjalankan pemerintah pada saat ini. Perlu kita bersama sadari bahwa Pemerintah yang sedang berjalan mempunyai kurun waktu terbatas. Apabila semuanya berjalan baik, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku paling lama hanya 10 tahun. Tahun selanjutnya akan mengalami perubahan sesuai dengan hasil Pemilu. Kalaupun pemenang pemilu tetap dari partai yang sama, dengan bergantinya pemerintahan tentu akan ada perubahan-perubahan yang kemungkinan sangat mendasar. Pada sisi lain Insinyur Mesin Indonesia dalam pengabdian dan bekerja tidak dibatasi oleh kurun waktu seperti pemerintahan itu. Oleh karena itu prinsip-prinsip yang diikuti dan dipegang para Insinyur Mesin Indonesia dalam “ilmu permesinan”-nya tidak boleh bergantung pada “kebijakan” pemerintahan yang banyak ditentukan oleh kepentingan “partai” atau “kelompok” kecil saja. Insinyur Mesin Indonesia harus berpegang pada prinsip yang lebih besar yaitu untuk kepentingan Bangsa dan Negara. Goes beyond the existing Government.
  2. Dalam menerapkan ilmu permesinan, Insinyur Mesin Indonesia menguasai ilmunya dengan baik. Pengetahuannya dalam ilmu permesinan tidak perlu diragukan. Sebagai contoh, berbagai materi yang akan dipresentasikan dan dibahas dalam Konvensi ini, memperlihatkan pemikiran serta prestasi para Insinyur Mesin Indonesia yang hebat, baik yang berjangkauan jauh ke depan untuk kemaslahatan Bangsa dan Negara, seperti yang akan disampaikan oleh Prof.Dr.Sri Hardjoko Wiryomartono,IPU, maupun yang berjangkauan ke depan tetapi dalam topic yang sangat spesifik dan lingkup terbatas seperti yang akan disampaikan oleh Ir.John Budi Harjanto L. Sebagai insinyur mesin, kita cenderung melihat permasalahan yang kita hadapi secara rasional dan straight forward, sehingga penyelesaian yang kita lakukan memberi dampak langsung kepada penyelesaian permasalahan itu. Pendekatan penyelesaian permasalahan semacam ini benar tetapi ada kemungkinan menimbulkan persoalan di tempat yang lain dan juga pada jangka panjang. Sebagai contoh, pengembangan energi alternativ untuk keperluan otomotiv menjamin bahwa kelangsungan penggunaan otomotive untuk mengatasi kebutuhan transportasi kita akan dapat tetap dilakukan bahkan dikembangkan. Tetapi bila pandangan ini yang kita anut dapat muncul permasalahan lain, pertama, kepadatan lalu lintas akan makin tinggi yang mengakibatkan kemacetan akan terjadi. Ini mendorong untuk membangun jaringan jalan baru, yang pada gilirannya akan menimbulkan dampak berupa konversi lahan karena tumbuhnya kegiatan di sepanjang jaringan jalan itu. Bahaya yang dapat timbul adalah terpakainya lahan tempat produksi pangan sehingga mengakibatkan menurunnya kemampuan menghasilkan pangan. Bila ini terjadi maka peroalan baru timbul yaitu kekurangan pangan. Teman-teman para insinyur mesin dapat menjawab melalui intensifikasi produksi pangan dengan mekanisasi, pompanisasi untuk mendapatkan air dari dalam tanah, serta penggunaan pupuk serta pestisida kimia. Bila ini dilakukan dapat timbul persoalan baru yaitu menurunnya muka air tanah yang dapat mengakibatkan kerusakan lahan yang parah, disamping rusaknya lingkungan karena penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Permasalahan kedua, masih terkait dengan penyediaan pangan. Lahan-lahan yang digunakan untuk menghasilkan bahan baku untuk energi alternativ (seperti untuk bio diesel, etanol,dsb) tentu juga akan mengurangi lahan pertanian untuk pangan. Disamping itu produk pertanian yang digunakan untuk energi alternativ adalah juga potensial sebagai sumber pangan sehingga akan terjadi tumbukan kepentingan antara energi dan pangan. Dan masih ada persoalan-persoalan lain yang juga dapat timbul dari kebijakan itu.Contoh yang saya kemukakan diatas tidak dimaksudkan untuk menghentikan berbagai temuan dan pengembangan teknologi baru untuk mengatasi kebutuhan kita, tetapi dimaksudkan sebagai ajakan agar para Insinyur Mesin Indonesia tidak hanya asyik dengan keinsinyuran mesin saja tanpa mempertimbangkan berbagai hal yang dapat timbul di luar keinsinyuran mesin yang dapat membuat hidup Bangsa dan Negara menjadi sulit di kemudian hari. Jangan sampai timbul sikap bahwa dampak itu bukan urusan Insinyur Mesin Indonesia karena menjadi tanggung jawab pihak lain. Akibat negativ karena keputusan Insinyur Mesin Indonesia tetap menjadi tanggung jawab Insinyur Mesin Indonesia juga.
  3. Dalam kaitan dengan kebijakan publik, contoh-contoh pada butir 2. diatas sangat relevan. Agenda L (Kebijakan Publik) akan membicarakan MP3EI. Saya ingin mengajak para Insinyur Mesin Indonesia tidak terpaku hanya pada unsur E (Ekonomi) dalam program MP3EI itu. Bangsa ini membutuhkan juga penanganan yang benar dan baik dalam Politik, Sosial-Budaya, Pertahan dan Keamanan pada jangka pendek maupun jangka panjang. Masih banyak saudara-saudara kita yang hidup terisolir, terpencil di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh pembangunan (termasuk jaringan transportasi yang sangat menentukan kemampuan untuk berkembang), tetapi karena kita terpaku pada sisi E (Ekonomi) saja maka saudara-saudara kita itu tadi tidak mendapat perhatian. Peningkatan produksi pertambangan melalui peningkatan dan modernisasi mekanisasi akan mempercepat pengurasan sumber daya alam kita untuk kemudian dijual ke luar negeri sekedar mengejar aspek ekonomi jangka pendek dengan mengabaikan kepentingan Bangsa dan Negara pada saat nanti kita mengalami kelangkaan BBM karena sumur minyak kita kering sedangkan energi alternativ tidak dapat memenuhi kebutuhan nasional yang skalanya sangat besar. Tantangan yang ingin saya sampaikan kepada Insinyur Mesin Indonesia adalah: “Apa yang dapat Anda lakukan untuk membangun dengan benar dan baik Bangsa dan Negara ini secra utuh? Maukah Anda membangun mereka ini?” Bila suatu hari nanti Allah SWT bertanya kepada Anda apakah Anda sudah mengamalkan ilmu yang diberikan Allah SWT, jawaban apa yang dapat Anda berikan?  
Keynote Speech: Ir. Imam Taufik   (Bersambung…)

Iklan

Read Full Post »