Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2013

Seiring dengan semakin tingginya persaingan dunia kerja antar pencari kerja di Indonesia maupun di Dunia, Rupanya sektor OIL & MIGAS masih menjadi vaforit utama para NAKER. Disamping karena gaji yang ditawarkan memang tergolong diatas rata2 gaji NAKER Indonesia juga karena prospek bidang ini masih tinggi hinga beberapa tahun kedepan.

Berikut beberapa petikan berita yang dikutip dari Majalah Tambang Indonesia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Migas, Ir Edi Purnomo mengatakan, pemerintah menargetkan tenaga kerja (naker) baru di sektor minyak dan gas (migas) sebesar 463.594 orang di 2014. Hal itu disampaikannya dalam Seminar Nasional Oil Expo di Kampus A Universitas Trisakti, Jakarta, Senin, 2 Mei 2011.
Menurutnya, upaya ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 pasal 82, tentang kewajiban kontraktor dalam penggunaan tenaga kerja Indonesia, sesuai dengan standar kompetensi yang dipersyaratkan.
Lebih lanjut diketahui, penggunaan tenaga kerja nasional untuk perusahaan migas, merupakan salah satu strategi yang dilakukan pemerintah, untuk meningkatkan kapasitas migas nasional di 2007-2018.
Meski demikian, Edi mengatakan, hingga saat ini perusahaan-perusahaan migas di Indonesia, mengalami kendala dalam mendapatkan tenaga kerja yang siap pakai. Sementara menurutnya, lulusan-lulusan perguruan tinggi Indonesia umumnya belum memiliki kapasitas untuk bekerja.
“Perusahaan butuh tenaga yang siap pakai, namun dibutuhkan waktu sekitar 5 tahun untuk perusahaan mempersiapkan tenaga kerja baru agar terampil dalam bidangnya,” jelasnya. Untuk mempersiapkan tenaga kerja baru itu, kata Edi, perusahaan berkorban waktu dan biaya.
Terkait hal itu, Edi menyampaikan, pemerintah akan melakukan pembinaan kepada tenaga kerja baru, agar siap terjun ke dunia kerja. Bisa dalam bentuk magang bagi mahasiswa yang akan lulus, atau mengajurkan perguruan tinggi membekali mahasiswanya dengan keahlian-keahlian, yang langsung bisa diterapkan di dunia kerja.
“Kita punya cukup banyak ahli yang bisa diminta untuk mengajar, sebagai salah satu bentuk alih teknologi. Jadi silakan saja dipakai tanpa harus bayar, karena itu sudah kewajiban mereka sesuai Undang-undang,” ucapnya.
Hal itu disampaikan Edi, terkait kebijakan alih teknologi yang tersurat dalam Pasal 45 ayat 1a, UU No 13 Tahun 2003. Dinyatakan, penunjukan dapat dilakukan terhadap tenaga kerja asing yang dipekerjakan untuk alih teknologi dan alih keahlian.
“Jadi alih teknologi ini dapat diterapkan melalui sistem pengajaran dari mereka untuk kita,” tambahnya.
Lebih lanjut terkait target pemerintah dalam penambahan tenaga kerja di 2014, hal itu dilakukan karena belum adanya pemetaan yang jelas atas permintaan dan kebutuhan tenaga kerja di sektor migas Indonesia.
“Tidak ada dokumen secara nasional tentang kebutuhan tenaga Migas untuk menunjang kebutuhan migas,” ucapnya.
“Kami akan coba ajukan anggaran untuk melakukan survey demi pendataan tersebut, agar upaya-upaya dalam mencari sumber migas baru dapat dilakukan dengan lebih maksimal,” pungkasnya.

Ketika datang ke peluang karir di lapangan, ini biasanya keterlibatan jangka panjang yang baik kompensasi. Orang-orang langsung keluar dari sekolah dan perguruan tinggi mereka dapat menemukan cara mereka ke sektor ini dalam kapasitas teknisi atau operator. Sebuah tugas sebagai magang juga dapat membantu incumbent untuk memperoleh pengalaman yang relevan dalam teknologi industri minyak dan gas dan proses. Anda juga dapat mengharapkan untuk menemukan tempat dalam industri menyelesaikan tingkat kejuruan, yang berputar di sekitar rekayasa pemeliharaan dan operasi proses rekayasa atau pemeliharaan. Ada juga ruang lingkup banyak untuk di-rumah pengembangan dan pelatihan. Program pendidikan tinggi yang dirancang dengan cara bahwa mereka memberikan pelatihan praktis untuk melengkapi lulusan untuk sejajar dengan standar industri.

Sejauh tren pekerjaan pergi, telah ada permintaan yang tinggi untuk operasi proses, manajer terampil, profesional, teknisi dan insinyur di seluruh. Ada kebutuhan yang lebih besar dirasakan untuk menggantikan tenaga kerja yang hampir di ambang pensiun. Roustabouts yang terlibat dengan tugas-tugas dasar hanya merupakan 1% dari total tenaga kerja.

Namun Saya kira Pendidikan formal (D3/S1) terutama bagi lulusan baru tidaklah cukup jika ingin berkompetisi dengan tenaga kerja di seluruh Indonesia terlebih jika ingin bersaing dengan tenaga Asing. Harus ada keahlian khusus sebagai nilai tambah an semakin banyak dan tinggi level keahlian yang dimiliki maka saingan semakin berkurang.

Berikut ini beberapa acuan untuk bisa memperoleh Sertifikat keahlian khusus bidang Oil dan Migas ataupun bidang lainnya (Fabrikasi/Welder).

Lembaga training di Indonesia yg mengadakan sertifikasi internasional,
Welding Inspector CWIP 3.1 untuk sertifikasi Eropa :
1. http://www.twitraining.com/
Training di Jakarta & Batam
2. http://www.b4t.go.id
Training di Bandung
3. http://www.fritmandiri.co.id/
Training di Jakarta
Untuk mengikuti training Welding Inspector CWIP 3.1 ada syarat2nya coba anda
dillihat di
http://www.cswip.com/categories/awelding_inspection.jsp

Welding Inspector AWS untuk sertifikasi Amerika :
1. http://www.b4t.go.id/
Training di Bandung

Lembaga training Indonesia yg mengadakan training Juru Las/Welding Inspector sertifikasi
Nasional,
1. B4T (Bandung) http://www.b4t.go.id/
2. UI (Jakarta) http://www.rcms.ui.ac.id/wi6.htm
3. ITS (surabaya) http://www.material.its.ac.id/layanan/pelatihan/
4. BKI (Jakarta) http://www.klasifikasiindonesia.com/
5. Yayasan Pendidikan Ikbal M-Yos (Batam) http://www.ikbalmyos.com/
6. http://www.batamtraining.com/

7.http://www.ppns.ac.id/

8.http://www.training-sertifikasi.com/sertifikasi-juru-las-untuk-proses-gtaw-kelas-1

**Dari berbagai Sumber

Iklan

Read Full Post »